Lima Puluh Kota – Batu Hampar merupakan salah satu nagari tua di Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Nama Batu Hampar berasal dari dua kata, “batu” dan “hampar,” yang menggambarkan kondisi wilayahnya pada masa lampau—banyak batu besar yang berhamparan di dataran nagari ini.
Nagari Batu Hampar terletak strategis di perbatasan antara Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Agam, tepat di jalur utama penghubung Bukittinggi–Payakumbuh. Dari Bukittinggi, jaraknya sekitar 23 kilometer, sedangkan dari pusat Kota Payakumbuh hanya sekitar 10 kilometer. Letak geografis ini menjadikan Batu Hampar sebagai pintu gerbang penting antara dua kabupaten di jantung Minangkabau.
Geografi dan Batas Wilayah
Secara administratif, Nagari Batu Hampar termasuk dalam tujuh nagari di Kecamatan Akabiluru. Di sebelah utara, wilayah ini berbatasan dengan Nagari Sariek Laweh, sementara di selatan bersentuhan dengan Nagari Koto Tangah Batu Hampar.
Bagian barat Batu Hampar dilindungi oleh Bukit Sulah, yang merupakan bagian dari deretan Bukit Barisan dengan tebing curam setinggi sekitar 500 meter. Bukit ini menjadi batas alami dengan Nagari Padang Tarok. Adapun di sisi timur, wilayah ini berbatasan dengan Nagari Durian Gadang, yang dahulu merupakan salah satu dari tiga jorong asli Batu Hampar.
Dari ketiga jorong itu—Batuhampar, Koto Baru Batuhampar, dan Durian Gadang—jorong Batuhampar dikenal sebagai wilayah induk dan terbesar sejak masa lampau.
Pemerintahan dan Struktur Nagari
Secara pemerintahan, Batu Hampar dipimpin oleh Wali Nagari yang dibantu oleh Sekretaris Desa. Berdasarkan pembagian administratif, nagari ini memiliki dua jorong utama, yaitu Jorong Batuhampar dan Jorong Koto Baru. Struktur pemerintahan nagari tetap mempertahankan sistem tradisional Minangkabau yang berpadu dengan administrasi modern.
Pendidikan di Batu Hampar
Bidang pendidikan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Batu Hampar. Terdapat tiga sekolah dasar (SDN 1, SDN 2, dan SDN 3), satu madrasah tingkat SLTP, yaitu MTs Al Manaar, serta satu madrasah tingkat SLTA, yakni MA Al Manaar.
Madrasah ini tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berakar pada nilai-nilai Islam dan budaya Minangkabau. Keberadaan lembaga pendidikan ini juga memperkuat citra Batu Hampar sebagai nagari yang berpendidikan dan religius.
Perekonomian dan Mata Pencaharian
Mayoritas masyarakat Batu Hampar menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Hasil utama mereka adalah padi, kelapa, dan cabai, yang menjadi sumber ekonomi utama nagari. Selain petani, sebagian masyarakat bekerja sebagai pegawai negeri sipil, pedagang, peternak, dan pekerja jasa lokal.
Dengan karakter agraris yang kuat, kehidupan sosial di Batu Hampar tetap sederhana namun harmonis. Nilai gotong royong dan kebersamaan menjadi bagian penting dari keseharian masyarakatnya.
Batu Hampar dan Tokoh Nasional
Nagari kecil ini memiliki kaitan erat dengan tokoh besar Indonesia, yakni Dr. (H.C.) Mohammad Hatta, Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Republik Indonesia. Ayah beliau berasal dari Batu Hampar, sementara kakeknya, Datuk Syekh Abdul Rahman, adalah pendiri Pusat Pendidikan Islam Al-Manar di nagari ini.
Selain Hatta, sejarawan terkemuka Prof. Mestika Zed juga lahir di Batu Hampar. Hal ini menunjukkan bahwa nagari ini telah lama menjadi tempat lahirnya tokoh-tokoh berilmu dan berpengaruh di tingkat nasional.
Gobah, Simbol Kejayaan Islam di Batu Hampar
Salah satu warisan bersejarah yang masih berdiri di Batu Hampar adalah Gobah, bangunan tua bergaya arsitektur India-Arab. Gobah merupakan situs sejarah perkembangan Islam di Sumatera Barat, sekaligus tempat dimakamkannya ayahanda Mohammad Hatta.
Kompleks Gobah tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan religius, tetapi juga menjadi objek wisata spiritual yang ramai dikunjungi terutama setiap bulan Ramadan. Di dalam kawasan ini terdapat pula tempat Suluk, tempat masyarakat berkhalwat dan memperdalam ajaran tasawuf.
Gobah menjadi simbol kejayaan Islam masa lalu yang masih terjaga hingga kini di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Warisan Budaya dan Harapan
Sebagai nagari bersejarah, Batu Hampar memadukan kekayaan budaya, pendidikan, dan nilai religius yang kuat. Potensi wisata sejarah dan religi seperti Gobah dan jejak keluarga Hatta dapat menjadi magnet bagi pengembangan ekonomi berbasis budaya dan wisata spiritual.
Dengan letaknya yang strategis dan masyarakat yang berpendidikan, Batu Hampar layak disebut sebagai permata tersembunyi di kaki Bukit Barisan—nagari yang menjaga sejarah, menumbuhkan ilmu, dan menghidupkan warisan Islam di Tanah Minangkabau.





